Newest Post

// Posted by :Romli ombenk // On :Senin, 25 Februari 2013


Masyarakat multikultural adalah :


Tuhan menciptakan manusia beraneka ragam bentuk fisik, warna kulit, bahasa dan budayanya. Jika perbedaan itu disikapi dengan positif ketika berdampingan sebagai masyarakat multikultural, akan bermanfaat sekali karena tiap kelompok masyarakat memiliki kelebihan dan kekurangan. Ada yang memiliki keramahan, ketegasan, jiwa dagang, dan kelebihan lain yang jika dikolaborasikan akan bermanfaat untuk menciptakan kesejahteraan semua kelompok masyarakat.

Pada dasarnya, masyarakat akan selalu hidup dalam multikultural meskipun tinggal di daerah asalnya sejak dilahirkan sampai sekarang karena kebudayaan selalu berubah-ubah mengikuti perkembangan zaman.

Sementara masyarakat memiliki perbedaan dalam menyikapi perkembangan, ada yang langsung menerima, menunggu sampai kebanyakan orang mengikuti perkembangan, atau justru menolak sama sekali. Perbedaan sikap ini akan berpengaruh terhadap kebudayaan masing-masing kelompok masyarakat.

2. Masyarakat indonesia disebut sebagai masyarakat yg multikultural dikarenakan :

Primordial, meskipun kelihatannya masyarakat bersatu di daerahnya masing-masing dan berinteraksi, tapi lingkungan pergaulan yang lebih akrab akan lebih sering dengan orang-orang yang berasal dari daerah yang sama karena memiliki ikatan batin/kaitan emosional, memiliki banyak kesamaan, dan lebih mudah berkomunikasi.
Mempunyai pemimpin tradisional, lembaga resmi dan formal seringkali mengalami kesulitasn ketika mengatur masyarakat multikultural karena terdapat lembaga non sruktural yang mengatur masyarakat, jadi ada semacam pemimpin tradisional yang justru lebih ditaati dan dihormati karena faktor kedekatan (proximity).
Sulit mendapatkan kesepakatan, untuk mengatur masyarakat secara umum diperlukan aturan yang disetujui oleh berbagai pihak demi menciptakan rasa memiliki dan keuntungan bersama, sayangnya karena masyarakat multikultural berbedaan persepsi, pengalaman, dan pengetahuan, kesepakatan itu menjadi sulit didapatkan.
Rawan konflik, masih berkaitan dengan kesulitan mendapatkan sekepakatan, tak jarang pula perbedaan persepsi tadi bisa menciptakan konflik karena kesalahpahaman atau hal sepele seperti bahasa dan nada suara. Setelah terjadi konflik, bukan hal yang mudah untuk menyatukan kembali kedua pihak yang telah berseteru.
Dominasi politik salah satu kelompok masyarakat, ketika terdapat kelompok masyarakat yang mendominasi, secara psikologis terdapat keinginan untuk memaksakan kebijakan politik demi keuntungan kelompoknya. Dengan kata lain, praktek politik menjadi tidak demokratis lagi sebab tidak ada kelompok lain yang berani menempatkan diri sebagai pemberi saran dan pengkritik kebijakan politik.

3. Faktor-faktor yg mempengaruhi perubahan sosial budaya adalah :

Letak geografis, geografis mempunyai pengaruh yang besar dalam pembentukan kebudayaan, misalnya masyarakat yang tinggal di pegunungan cenderung ramah sementara masyarakat yang tinggal di pantai cenderung keras.
Kondisi iklim, bukan saja geografis yang mempengaruhi kebudayaan suatu masyarakat, iklim pun mempunyai pengaruh yang sama, masih mengambil contoh seperti di atas, iklim pegunungan yang sejuk mempengaruhi masyarakat menjadi ramah. Sementara iklim pantai yang panas menyengat bisa mempengaruhi kontrol emosi.
Budaya asing, globalisasi mempunyai peranan yang cukup banyak dalam merubah kebudayaan masyarakat manapun meskipun tidak mutlak apalagi kebudayaan luar negeri begitu mudahnya diakses karena kemajuan teknologi informasi. Kebudayaan asing akan dipraktekan oleh sebagian masyarakat meskipun sering terdapat benturan dengan kebudayaan lokal.

Status sosial. Disadari atau tidak, diakui atau tidak, hal tersebut tetap ada dalam masyarakat. Meskipun dikatakan bahwa semua manusia sama, secara implisit, masyarakat telah membuat status atau kelompok sosialnya sendiri. Terlebih pada kelompok sosial dalam masyarakat multikultural, status sosial bisa sangat dirasakan keberadaannya. Dalam masyarakat multikultural, terdapat begitu banyak perbedaan. Baik perbedaan suku, agama, warna kulit, maupun perbedaan pemikiran.

Semua perbedaan tersebut bercampur menjadi satu kesatuan atau wadah. Dampak yang muncul adalah adanya beberapa pengelompokan yang dilakukan oleh masyarakat itu sendiri. Meski tak ada peraturan tertulis bahwa masyarakat berkelas tertentu harus bergaul dengan kelas masyarakat yang sama, nyatanya mereka melakukannya, sebagian besar.

4. Yang dimaksud dengan Strasifikasi sosial adalah perbedaan penduduk atau masyarakat yang bertingkat atau mempunyai kelas-kelas tertentu secara bertingkat.
Klasifikasi strasifikasi sosial adalah :
- lapisan atas
- lapisan menengah
- lapisan bawah

5. Usaha yang harus dilakukan agar tidak adanya konflik di masyarakat multikultural adalah :
Sebenarnya, bila kita mau kembali ke fitrah bahwa semua manusia diciptakan sama, tak akan ada konflik antara kedua kelompok tersebut. Posisi di atas, di tengah, atau di bawah, bisa berubah sewaktu-waktu. Bila semua mau sadar dan belajar, tak akan ada yang namanya kecemburuan sosial. Hidup tidaklah statis!
Perubahan sosial budaya merupakan proses intrinsik yang terjadi pada suatu kelompok manusia tertentu, berdasarkan sifat yang khas yang ada pada mereka, seperti jenis kelamin, suku, bangsa, subkultur, agama, profesi, warna kulit, bahkan hobby. Proses perubahan tersebut, di maknakan sebagai evolusi dan revolusi sosial-budaya. Jalannya bisa dengan antara lain, akulturasi, inventasi, urbanisasi, globalisasi, juga pasar.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

// Copyright © kaukabundzuriyyun //Anime-Note//Powered by Blogger // Designed by Johanes Djogan //